CHAPTER TWENTY FOUR

1543 Kata

Seperti biasa, aku menceritakan tentang kejadian ini pada Mbak Alya. Alasan kenapa aku selalu bercerita padanya karena di kota ini hanya dialah orang yang paling dekat denganku. Aku memang selalu menjaga hubungan baik dengan semua tetangga di komplek perumahan, tapi tak ada yang terlalu dekat hingga aku percaya menceritakan kisah hidupku pada mereka. Ya, hanya Mbak Alya, satu-satunya orang yang kupercaya bisa menutup rapat mulutnya agar tidak menyebarkan ceritaku ke orang lain. Serta orang yang senantiasa memberikan nasihat yang benar menurutku.  Mbak Alya mendukung sepenuhnya keputusanku. Dia bahkan merekomendasikan seorang pengacara handal di kota ini. Seorang pengacara yang katanya dulu membantu proses penceraian Mbak Alya dengan suami keduanya. Aku tak sanggup membayangkan kisah rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN