bc

Deru : One Day

book_age4+
34
IKUTI
1K
BACA
others
others
family
drama
sweet
heavy
loser
office/work place
slice of life
weak to strong
like
intro-logo
Uraian

"Aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini, maaf membuatmu terkejut. Tapi aku memikirkan ini berhari hari, hubungan kita. Tak ada harapan" Alvin melanjutkan tanpa menunggu Lea menjawab.

Hening, tidak ada apa apa. Lea sendiri menahan nafasnya setelah mendengar kalimat yang diucapkan Alvin. Yang tersisa hanya suara nafas Alvin dari ujung telpon. Mereka terdiam selama beberapa menit hingga akhirnya Lea menyadari bahwa kini Alvin sudah menyerah pada hubungan mereka.

"Itu juga yang ingin kusampaikan padamu" Lea tersenyum getir.

-Deru

chap-preview
Pratinjau gratis
Sinopsis
"Bisakah kita bicara tentang suatu hari nanti?" Begitu tulis Lea dalam buku catatan kecilnya. Ia baru sadar bahwa Bunga sakura mulai jatuh dibulan April saat kepingan bunga itu menyentuh kepalanya dan turun melalui rambutnya yang terurai. "Satu hari tanpa berharap akan bisa bertemu lagi nanti" Kali ini, ia memandang jauh kedepan. Meski pria itu tak ada dihadapannya, namun ia terus membayangi pikiran Lea sejak semalam. Memikirkan semua hal yang telah terjadi padanya membuat nafasnya begitu berat. Semua akan berlalu. Pada akhirnya musim panas akan digantikan dengan musim dingin, malam yang akan hilang saat pagi tiba. Kebekuan musim dingin yang akan menyisakan rona Sakura yang Indah, dan kegelapan yang akan membuatnya merindukan sinar matahari. Semua itu akan berganti suatu hari nanti. Dengan ragu, ia mengambil ponsel di kantong jaket dan mencari sebuah nama dari daftar kontak lalu menekan sebuah tombol panggil. Nada panggilanpun mulai berbunyi. "halo?" ucap seorang pria diujung telpon. "hai Alvin.." Lea menyapa. "Jam berapa disana?" tanya pria itu lagi. "hampir jam tujuh pagi" jawab Lea. "hmmmm, disini bahkan matahari belum muncul" ucap Alvin. "ada yang ingin kubicarakan denganmu" Lea membuka pembicaraan. "bisakah aku bicara lebih dulu? Ada sesuatu yang ingin kusampaikan juga" pria itu mendahului. "mmmhh..." "Aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini, maaf membuatmu terkejut. Tapi aku memikirkan ini berhari hari, hubungan kita. Tak ada harapan" Alvin melanjutkan tanpa menunggu Lea menjawab. Hening, tidak ada apa apa. Lea sendiri menahan nafasnya setelah mendengar kalimat yang diucapkan Alvin. Yang tersisa hanya suara nafas Alvin dari ujung telpon. Mereka terdiam selama beberapa menit hingga akhirnya Lea menyadari bahwa kini Alvin sudah menyerah pada hubungan mereka. "Itu juga yang ingin kusampaikan padamu" Lea tersenyum getir. Panggilan itu terputus begitu saja. Setelahnya Lea mulai menangis. Ia tidak tau bahwa ini akan begitu menyakitkan baginya. Nafasnya tertahan beberapa kali karena menahan isak tangis, begitulah hubungan yang terjalin selama satu tahun ini berakhir. Melalui sebuah panggilan telpon dipagi hari. Hatinya hancur, begitu pula dengan bunga sakura yang digenggamnya sedari tadi. "Akankah suatu hari itu tiba? Hari dimana kita terus bersama, tanpa takut akan sebuah perpisahan?"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook