Nyaman Tanpa Harus Sempurna
Arka menatap dua orang yang duduk dihadapannya “ Rasanya baru beberapa bulan kalian kenal. Sudah yakin ? “
“ Kamu tahu aku jatuh cinta sejak pertama kali melihatnya. “ Sammy, sahabat sekaligus orang kepercayaannya mengangkat tangan Mia, menciumnya lembut.
Arka mendengus , “ Halaaaah … kambing dibedakin juga bikin kamu jatuh cinta. “
“ Kakaaaaak . .. “ Mia melemparkan tissue ditangannya ,” Tega banget sih aku disamain kambing.”
Arka menarik sudut bibirnya, geli sendiri mendapati Sammy benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama pada adik bungsunya. Lelaki yang selalu menekankan pada proses pada akhirnya menyerah pada romantisme ala novel.
Sammy bersandar sambil menarik Mia kedalam pelukannya , “ Aku paham apa yang dikepalamu. Simpan senyum melecehkan itu, semoga kamu mengalami hal yang sama. “
Arka tertawa melihat sahabatnya kesal , “ Untung saja kamu jatuh cinta pada adikku, jadi aku tidak akan menyebutmu bodoh karena jatuh cinta membabi buta pada gadis yang aku tahu kualitasnya.“
Mia mendengus , “ Mr Quality Control. Aku penasaran seperti apa kualitas gadismu nanti.”
Arka kembali menarik sudut bibirnya.
“ Ayolah … Bie sudah hamil anak kedua, dan kami berencana menikah tahun depan. Masih betah jadi kakak dan paman aja ? “
“ Bawel. “ Arka mendengus, setelah ini orang tuanya akan semakin keras mendorongnya untuk mencari pasangan. Mereka cukup mengenalnya untuk mengerti bahwa gadis gadis yang sering digandengnya ke berbagai acara hanya sebagai pelengkap penampilannya. Dan bukan sekali dua kali orang tua serta adik adiknya melontarkan ketidaksukaannya.
Biasanya hanya Sammy yang menerima dan mengerti bagaimana ia memperlakukan gadis gadis yang beredar disekitarnya, tak jarang menjadikan hal itu sebagai guyonan antara mereka berdua. Tapi mungkin tidak akan lagi … mengingat Sammy sudah menemukan tempat berlabuh.
“ Semoga saja kamu juga mengalami seperti Sammy …. “ ujar Mia
“ Tetap saja, aku gak akan sembarangan.”
“ Untuk sekedar ngobrol denganmupun sudah ada standardnya. Apa sih yang kamu cari ? Miss Perfect ? Gak akan ada yang sesempurna itu, kak.”
Arka menggeleng ,” Nyaman disegala suasana, tanpa harus sempurna.” Sahutnya pelan sambil mempermainkan sendok ditangannya ,” Paham, Sam ?”
Sammy mengangguk, mengacak rambut perempuan disampingnya yang menatap mereka berdua dengan pandangan sebal ,” biar sajalah, pada waktunya bisa jadi kakakmu menyukai seseorang lebih parah dari yang lain. Dan feelingku mengatakan tidak akan lama.”
Arka menarik ujung bibirnya ,” Ayo, jam makan siang sudah habis. ” ujarnya sambil beranjak keluar.
Sammy berpandangan dengan Mia lalu mengikuti lelaki itu meninggalkan resto langganan mereka untuk kembali ke kantor.
" Apakah nanti dia akan sepertimu? "
Sammy mengangkat bahu, " Saat menemukan orang yang tepat. Semoga segera. "
" Gak sabar menunggu Qualified Girl itu hadir." Mia terkikik, " Dan semoga dia jatuh cinta pada pandangan pertama. "
Arka berlagak tidak mendengar pembicaraan dua orang dibelakangnya.
" Antarkan aku dulu, aku tadi kesini bareng orang kantor yang mau makan siang sama klien. " Ujar Mia begitu sampai di tempat parkir.
Arka hanya mengguman, membuka pintu belakang mobilnya.