31. Kangen

1674 Kata

"Sil." "Iya, Bun." Aku menyahut masih dengan posisi tengkurap di atas kasur menghadap laptop. "Ada paket." "Paket?" Aku menautkan alis. Perasaan belum buka online shop selama beberapa hari. Atau mungkin .... Oh, ya ampun. Ini 'kan hari Sabtu, dan aku tidak pergi ke kampus. Apa mungkin Biyanka menunggu lagi di depan gerbang komplek perumahan? Dengan cepat aku turun dari ranjang, berlari ke lantai bawah. "Mana, Bun?" "Di depan gerbang itu." Bunda menjawab tanpa menoleh karena sedang memotong sayuran. Aku kembali berlari. Menatap sosok lelaki bertubuh tambun di depan pagar. What the? "Paket atas nama Priscillia, Pak?" tanyaku setelah berdiri di depannya. "Iya. Ini dengan Priscillia?" tanyanya balik. "Saya Priscillia," jawabku. "Ini paketnya." Dia memberikan sebuah kotak kecil berw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN