30. First Love

1326 Kata

Aku menatap bus pariwisata yang terparkir di area kampus. Apa ada study tour? Atau kunjungan dari kampus lain? Aku berjalan kembali. Hingga bisa kulihat spanduk yang membentang di bagian samping bus. "Muncak Gabungan Bersama Universitas Mandala Putra," gumamku. "Muncak? Itu artinya ...." Lalu tersadar sesuatu. Aku harus segera mengentaskan rasa penasaranku ini sebelum dia pergi. Titik. Aku berjalan tergesa menuju ruang organisasi pecinta alam. "Mana Kak Langit?" tanyaku pada Ciko yang baru keluar dari ruangan itu. "Ada di dalam. Tapi mending jangan dulu masuk. Pamali," bisiknya. "Pamali apa?" ketusku. Aku pun segera mendorong pintu. "Aaa!" jeritku. Berbalik kembali setelah menutup pintu. "Eh, Neng Sisil mah. Dibilangin jangan dulu masuk," ucap Ciko menahan tawa. Aku menekan bagian a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN