49. Pertunangan

1476 Kata

"Langit, bunga melati, kue cubit. Semua yang berhubungan dengan Bi Mila, Bunda pasti membencinya." "Maafin Ayah, Sil. Ayah yang salah. Ayah enggak pernah menyangka masalahnya akan serumit ini." "Bukan masalah siapa yang salah, Yah. Ini cuma masalah masa lalu Ayah dan Bunda yang mungkin masih menjadi bayang-bayang sampai sekarang." Ayah mengusap wajahnya disertai ucapan istighfar. "Langit Biantara, memang anak Bi Mila, Yah." "Ayah tau." Aku menautkan kedua alis. "Semenjak melihatnya di hari keberangkatan kamu kemping ke Garut itu, Ayah sudah bisa menebak, jika itu adalah Langit anak Kamila. Ayah tau dia sengaja menabrak Ayah, untuk sekedar memberitahukan keberadaannya, agar bisa menyapa Ayah. Ayah tau." "Kenapa ... bisa?" tanyaku tak percaya. "Luka di lengan kanannya, Ayah yang ob

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN