"Halo, Sil." "Halo, Mel. Lagi apa?" "Lagi nemenin bocah ini, cucunya Tante gue." "Oh." "Kenapa? Ada yang penting atau ... lo mau tanyain soal Kak Langit--" "Enggak, kok. Gue cuma pengen nelepon lo aja." "Beneran lo enggak mau denger soal pembicaraan gue sama Kak Langit waktu dia tau lo tunangan sama Angga?" "Enggak usah," ucapku, lalu menggigit tepian bibir. Sebenarnya aku merasa penasaran, tapi alih-alih tidak ingin mengetahui lagi semua hal tentang Langit, aku mengatakan pada Amel untuk tidak usah membicarakannya. "Lo enggak keluar hari ini?" tanya Amel. "Tadi sore jalan sama Angga. Sialnya malah ketemu sama si Gita di kafe. Ya, gue ajak pindah aja," ucapku kesal. "Beneran itu? Apa dia merasa tertekan pas tau lo sama Angga udah tunangan?" "Enggak, sih. Dia kayak kelihatan sene

