Extra Chapter 3

1407 Kata

"Jangan ikutin gue! Gue marah sama lo!" Avi membanting pintu kamarnya didepan wajah Ian, pria remaja itu menghela napas pasrah dan berjalan menuju kamarnya sendiri yang berada disebelah kamar saudara kembarnya. Resya yang terkejut mendengar suara pintu yang dibanting keluar dari kamar, ia melihat Ian yang masuk kedalam kamarnya. Resya mengetuk pintu kamar Avi namun anaknya itu tidak membukakan pintu. "Avi, ini mama sayang." Tidak lama pintu kamar dibuka, wajah anaknya itu sudah basah dengan air mata. Resya masuk kedalam kamar anaknya itu, mengusap wajah putrinya yang basah dengan air mata. "Kenapa lagi?" Avi memeluk ibunya erat dan menangis kembali. Resya mengusap punggung putrinya dengan lembut membiarkan Avi menangis lebih dulu sebelum berbicara. "Aku kesel sama Ian, dia jahat." "Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN