Setelah mengantarkan Resya kerumahnya Alvero segera kembali kerumah. Alvero merebahkan badannya di tempat tidur menghadap ke langit-langit kamar. Alvero hampir terlelap ketika ponselnya berbunyi, nomor tidak dikenal menghubunginya. Alvero mengangkatnya. "Halo?" "Alvero kan ya?" "Hm, siapa?" "Gue Stevano," "Tau nomer gue darimana? Gue ga pernah ngasih nomer-nomer ke orang," "Santai dong mas! Gampang kali cari nomer lo, minta aja ke Resya juga dapet." "Mau apa lo?" "Mau ngajak lo ke party," "Ngga," "Dih, belum juga dikasih rinciannya udah bilang ngga. Resya juga dateng loh," Alvero terdiam, Resya juga datang? Kenapa dia tidak bilang kepada Alvero? "Jam berapa?" "Ceilah, giliran ada nama Resya langsung ikut lo." "Gece ngomong lo," "Iya-iya. Jam 7-an acaranya," "Oke," Sebelum

