Dengan pelan dan hati-hati, Kania melepas pelukan Radhit. Hari masih sangat pagi, mata hari juga belum terbit, Radhit masih nyenyak dalam tidur. Tapi itu waktu yang pas untuk Kania pergi. Hari ini, dia akan mengunjungi rumah sakit, jika bukan pagi, Kania yakin, dia tidak akan memiliki waktu lagi. Dia pasti pusing mencari alasan untuk berangkat, sekalipun di beri izin, Radhit pasti ingin ikut. Kania mengganti pakaiannya dengan cepat dan berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Tanpa mencuci wajah, Kania mengambil ponsel dan dompet. Dia akan memesan ojek online. "Aku pergi dulu ya" pamit Kania tanpa suara lalu keluar kamar. Dia menghela napas lega setelah berhasil keluar kamar. Dia langsung memesan ojek online sambil menuju lobi dan beruntungnya, dia langsung mendapatkan driver. S

