Kania menghela napas, Radhit baru saja menghubunginya untuk meminta tolong membawakan berkas yang tertinggal di ruang kerja rumahnya. Setelah kejadian wanita bernama Vanka, Kania memang langsung kesal. Bagaimana tidak kesal, jika tiba-tiba ada yang menuduhnya w************n?! Sembarangan sekali. Radhit juga sempat kena semprot, dan di ancam agar tidak pernah lagi menjalin kerjasama dengan perusahaan Vanka. Sebenarnya, mereka tidak ada rapat hari ini, hanya ada janji temu sebentar karena Vanka memaksa ingin datang ke kantor. Mendengar hal itu, Kania jadi ingin menggaruk wajah Vanka. Jangan-jangan, Vanka itu bibit pelakor! Mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruang kerja Radhit, Kania mulai mencari berkas yang Radhit minta. Radhit hanya bilang jika berkas itu ada di laci. Saat ditanya

