Turun dari mobil, Kania langsung berlari masuk kedalam rumah, meninggalkan Radhit yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri. "awas jatoh!" Radhit reflek berlari menghampiri Kania yang sudah duduk di lantai karena kakinya tersandung anak tangga teras. "udah jatoh!" sahut Kania sambil mengusap kakinya. "mana yang sakit?" Radhit menyentuh pelan kaki istrinya. "lagian kenapa harus pake lari sih? kaya ini rumah bakal jalan ke mana gitu" lanjutnya sambil mulai menekan pelan. "kan takut mama keburu datang" Radhit mengembuskan napas "gimana? ada yang nyeri?" Kania menggeleng "gak ada, kayanya cuma lecet sama memar aja" jawab Kania. Radhit mengangguk, lega karena kaki sang istri tidak terluka parah. Tanpa kata, Radhit langsung mengangkat tubuh istrinya, menggendongnya dengan

