Lavender baru saja selesai makan malam ketika bel rumahnya berbunyi beberapa kali. Dia tidak tahu siapa yang datang ke rumahnya malam-malam begini, bahkan ayahnya sendiri saja tidak pernah memiliki tamu di malam hari. “Lavender, bisakah kamu membukakan pintunya?” Lavender segera mengangguk dan mengeringkan tangannya yang basah karena habis mencuci piring, lalu berbegas menuju pintu rumahnya. “Iya, sebentar.” Lavender terpaksa harus sedikit berteriak ketika tamu itu tidak juga berhenti untuk membunyikan bel. Ketika Lavender membuka pintunya, alangkah terkejutnya dia ketika melihat Elijah Theodore sudah berada di sana dengan baju santai dan sebuket bunga di tangannya. “Elijah?” tanyanya demi memastikan kalau apa yang dilihatnya tidak salah. Oke, ada dua hal yang mengejutkan bagi Lavende

