Tanaka's POV "Kak Tana.." panggilan itu menghentikan langkahku. Aku menghela napas secara refleks. Aku tahu itu suara siapa tanpa melihat wajahnya. Aku mengangkat wajah dan menemukan Nayna berdiri tak jauh dari tempatku berdiri. Hari ini hujan turun lagi. Nayna terlihat agak menggigil karena dia mengenakkan rok pendek. Nayna setengah berlari menghampiriku. "Kak.." Aku memandanginya. "Ada apa?" Nayna menatapku dengan wajah sedihnya. "Apa kita bisa bicara? Aku mohon." Aku belum menjawab pertanyaan Nayna. Sejujurnya aku tak ingin bicara dengannya. Tidak sekarang ataupun nanti. Terserah jika kalian mengatakan aku jahat, tapi aku memang merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan Nayna. "Please. Aku mohon. Sebentar saja." Sepertinya aku masih punya sedikit hati nurani. Aku

