Tanaka's POV Rintiknya semakin deras. Suara hujan di luar sana terdengar menyegarkan dan menyesakkan secara bersamaan. "Kak Tana," panggilan Nayna menarikku kembali ke dunia nyata. Aku menoleh perlahan, memandangi Nayna lurus. Wanita yang sedang aku pandangi itu lantas menurunkan pandangannya. Dia sepertinya tak berani membalas tatapanku. Nayna terlihat berbeda dari terakhir aku bertemu dengannya. "Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" "Hm aku.." Nayna memainkan jari-jarinya. Lebih tepatnya memijit jari-jarinya. "Apa kau sudah bertemu dengan Talin?" Aku menghela napas pelan. Aku sudah menebak ini ada hubungannya dengan Talin. Tapi ya tentu saja ada hubungannya dengan Talin. Karena kami memang tak pernah lepas dari nama itu. Sepertinya kami bertiga memang sudah dikutuk untuk terikat

