SB - 30

1919 Kata

Diero menatapku dengan sorot yang teduh.  "Sebenarnya... aku sudah tahu."  "Hah?"  "Kau dan Nayna, aku sudah tahu."  Sulit untuk aku mengerti reaksi Diero. Di satu sisi dia terlihat terkejut tapi di sisi lain dia terlihat seperti sudah tahu.  Diero menghembuskan napas pelan. "Berarti yang Nayna katakan itu benar."  Aku menyipitkan mata. Nayna mengatakan apa?  "Nayna bilang kalian teman dekat saat kuliah. Kau dan dia berada di condo yang sama. Jadi itu benar?" Diero lebih seperti mengatakan daripada bertanya.  Ia kemudian tersenyum tipis.  Aku tak memberikan respon atas kata-katanya. Apa saja yang sudah Nayna katakan pada Diero?  "Kenapa kau tak memberitahuku?" tanya Diero.  Pandangan kami kembali bertemu. Aku mencoba menelisik ke dalam matanya. Sebenarnya apa yang sedang Diero co

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN