Ketakutan Yang Tertinggal

2586 Kata

Alea tersenyum lebar menatap bangunan penuh kenangan di hadapannya. Sebuah rumah sederhana jauh dari kata mewah tapi sangat bermakna, tempat dimana dia tumbuh. Hari ini Alea dan Jonathan sudah bisa mengisi rumah peninggalan orangtua Alea. Bukan tanpa alasan Alea ingin tetap tinggal disini. Lingkungan sekitar dan para tetangga menjadi salah satu faktor. Beberapa tetangga Alea kenal bahkan sejak Alea kecil. Karena kebaikan mereka, membuat Alea berpikir bahwa lingkungan inilah yang akan membuat dia nyaman. "suka?" tanya Jonathan yang ikut senang melihat senyum Alea terbit. Alea mengangguk, menatap Jonathan dengan senyum lebar "terima kasih" "yuk masuk" ajak Jonathan sambil merangkul Alea. Memasuki rumah, sang supir mengikuti langkah Alea dan Jonathan dengan dua tangan yang menarik koper.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN