Mika menatap tajam laki-laki yang baru duduk selama tiga menit dihadapannya. Terjadi perubahan di fisik laki-laki itu, tidak drastis tapi membuat laki-laki itu semakin terlihat matang dan tentu saja tampan. Menghela napas, Mika tidak ingin basa-basi lagi "dulu, sebelum lo pergi. Gue kasih dua alasan yang bisa Lo pakai saat kita bertemu lagi. Pertama adalah Lo yang akan langsung melamar gue dan menikahin gue, terus yang kedua adalah Lo mengantarkan surat undangan pernikahan Lo dengan perempuan lain. Jadi, alasan mana yang kamu pakai saat ini?" Tanya Mika. "Mika, maaf-" Mika langsung mengangkat sebelah tangannya, menghentikan ucapan si laki-laki yang sudah bertahun-tahun pergi "jangan minta maaf karena gue bukan Tuhan. Sebut aja alasan mana yang lo pilih" jelas Mika langsung. Terdengar

