Khalif berlari kearah Ryan. Dia memeluk Ryan erat, dia tak tahu lagi betapa bahagia dan bersyukurnya ia memiliki sahabat sekaligus sepupu sebaik Ryan. "Ryan! Terimakasih banyak! Makasih banget. Berkat usaha Lo, gue bisa kembali lagi sama Namira dan anak gue!" ucapnya dengan tulus. Ryan menepuk-nepuk bahu Khalif pelan. "Bukan apa-apa bro. Gue Cuma bantu dikit. Ini semua berkat doa-doa lo." Ucapnya dengan rendah hati. "Pokoknya thanks a lot. Gue gak tahu bakal sekacau apa hidup gue tanpa mereka." ujarnya lagi dengan penuh rasa syukur. "You deserve to get it Lif." Ujar Ryan. "Enjoy your time with your lil family. Gak usah mikir kerjaan, buat besok lo bisa pakai waktu sesuka lo. Aku bakal handle kerjaan kantor." ujarnya kemudian. Mendengar hal itupun Khalif semakin bahagia. Dia mengeratka

