"Tapi kita gak bahagia kalo gak ada kamu mas." Ujar sebuah suara yang mencuri perhatian Khalif. suara itu begitu lembut terdengar. Suara itu yang selama ini dirindukan oleh Khalif. Khalif mendongak dan melihat perempuan di hadapannya itu. perempuan yang memakai dress berwarna biru pastel dan kerudung putih yang membuatnya tampak begitu cantik. Perempuan itu sedang tersenyum kearahnya. Khalif mengucek matanya berkali-kali. Dia memastikan yang ia lihat itu bukanlah imajinasinya saja. dia memastikan bahwa Perempuan itu benar-benar istrinya. Khalif berdiri, kemudian melihat dengan seksama perempuan di depannya itu. dia sampai memukul kepalanya karena takut kalau dia sedang halusinasi. "Yan, gue lagi halu apa gimana sih? Gue lihat Namira di hadapan gue. Dia cantik banget Yan." Ujar Khalif se

