Hidup Khalif kembali seperti lima tahun yang lalu. Hidupnya seperti di dalam kegelapan. Tak ada warna sama sekali. dia lebih banyak murung sekarang. kadang air mata tiba-tiba muncul begitu saja. tapi tak ada tawa disana. sepertinya tawa itu sudah hilang di kamus hidupnya. Merelakan orang-orang yang ia sayang bukanlah hal yang mudah. Mengikhlaskan mereka pergi dari hidupnya adalah bagian terberat di hidupnya. Menahan rindu dari orang-orang tercintanya. Berjauhan kembali dengan anak dan istrinya. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika dia tak bisa menepati janjinya pada kalandra. Dia sudah berjanji untuk memperjuangkan mereka tapi dia memilih untuk menyerah saja. dia tak ingin kehadirannya hanya membawa luka. Kabar menyakitkan lainnya datang dari sang ibu, lagi-lagi Khalif harus mengik

