Sebenarnya, Talita sudah tidak mau ambil pusing perihal hubungan gelap antara Btara dan perempuan bernama Yuhi itu. Pertengkaran mereka di rumah sakit beberapa waktu lalu seolah menampar dirinya. Seakan mengingatkan Talita seberapa penting Yuhi di dalam hidup Btara. Dan... siapa Talita bagi Btara. Karena bagi Btara, Talita hanya sebatas teman. Sekali pun lebih dari itu, pasti cuma dianggap keluarga atau seorang adik. "Gue udah nggak mau denger penjelasan apa pun. Gue udah maafin lo." Talita meletakkan sebotol air dingin beserta kue brownies ke atas meja. "Cepat habisin makanan lo, setelah itu lo harus pulang." Btara merapatkan bibirnya. Kepalanya mendongak, memandangi Talita yang masih saja berdiri, seakan tidak sudi duduk di samping Btara, padahal ada satu kursi kosong lagi. "Lo n

