"Tapi, Bu...," Anyelir menggantungkan kalimatnya. Tatapannya terarah ke rumah lamanya. Padahal baru dia tinggal tadi siang—dalam keadaan normal. Namun saat dirinya kembali bersama Shakalon saja, sementara anak-anaknya berada di rumah tadi. Rumah lama Anyelir telah diisi penghuni baru. Bahkan barang-barang orang yang akan menempati rumah lamanya tampak dimasukkan satu per satu. Anyelir shock sekali. Itu berarti... Anyelir dan anak-anak sungguhan pindah ke rumah Shakalon? Anyelir sontak mendongakkan wajah. Kedua matanya bertatapan dengan mata Shakalon. Lelaki itu terlihat santai, seolah tidak memiliki rasa bersalah. "Maaf ya, Mbak Saiva..." Si Pemilik rumah sewa meminta maaf kembali ke Anyelir sebelum pergi. "Kalau begitu saya permisi." Anyelir memandangi kepergian pemilik rumah se

