Rayen mendapatkan kabar kalau Milan jatuh sakit hingga dilarikan ke rumah sakit. Sepulang dari kantor, Rayen menyempatkan diri menjenguk mantan istrinya. Membawa sebuket bunga kesukaan perempuan itu, juga satu keranjang buah segar. Setelah mencari tahu nama dan nomor kamar inap Milan, Rayen pergi menyusuri lorong. Membaca setiap papan nomor yang di kanan dan kirinya. Ia menemukannya, berjalan mendekat ke pintu, bersiap membukanya sebelum masuk ke dalam sana. "Oh, Mama," sapa Rayen saat berpapasan dengan mantan Ibu mertuanya. Wanita itu hanya tersenyum canggung, seolah enggan menyapa balik mantan menantunya itu. "Milan ada di dalam, Ma?" tanya Rayen, menunjuk ke dalam kamar inap. "Ada." Wanita itu menoleh ke belakang sekilas. Tidak ada senyum ramah. Jawabannya pun sangat pendek, h

