Percaya Sama Aku

1030 Kata

Shakalon mengetuk pintu mobil beberapa kali. Seseorang di dalam sana menurunkan kacanya, dan Shakalon bisa melihat wajah Anyelir dari tempatnya berdiri. Anak-anak sudah turun lebih dulu. Namun Anyelir masih betah di dalam sana, seolah tidak berniat keluar. Anyelir menatap Shakalon dengan wajah memelas. Dari ekspresi wajahnya seakan memohon agar dirinya tidak perlu masuk ke dalam rumah. Anyelir sungguhan tidak memiliki keberanian bertemu keluarga Malik. "Sampai kapan mau di dalam situ?" tanya Shakalon sambil menarik pintu mobil. "Percaya sama aku. Mama sama yang lain udah nunggu di dalam. Mereka pasti menyambut kamu sama anak-anak dengan baik." Shakalon menggenggam tangan Anyelir, kemudian menarik perempuan itu keluar dari mobil dengan hati-hati. Anyelir menggigit bawah bibirnya. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN