"Ngambek ya?" "Awas tangan kamu." Shakalon menepis jari Anyelir yang menusuk-nusuk pipinya. "Sombong banget nggak mau dipegang," cibir Anyelir. "Awas aja nanti nyariin. Apalagi sampai tangan aku ditarik, ya!" Anyelir mempercepat langkahnya di depan Shakalon. Ia tidak sungguhan marah. Ia hanya ingin menggoda Shakalon saja. Shakalon ngambek karena Andreas berniat mengirim Anyelir kuliah ke luar negeri. Mana mau Shakalon melepas Anyelir begitu saja pergi, sementara itu ia sangat bergantung pada perempuan itu. Shakalon tidak bisa berjauhan dengan Anyelir. Selama di rumah saja, Shakalon sering meminta Anyelir menemaninya. Entah sedang bersantai, menonton film, bahkan di ruang kerjanya, pun, Anyelir wajib ada di sekitarannya. Dengan begitu ia bisa tenang. Sambil bekerja, ia bisa menat

