Kamu yang Pertama

1678 Kata

Orang yang ditunggunya kini muncul di hadapannya. Duduk di tepi ranjang sambil menatapnya cemas. Shakalon hendak menyentuh pipi Anyelir yang basah, namun ia teringat peringatan perempuan itu. "Kamu nangis? Kenapa?" tanya Shakalon, cemas. Anyelir menyambar kotak perhiasan dan surat yang ditemukannya di atas meja kamar. "Ini dari kamu?" tanyanya sambil mengangkat kedua benda itu ke udara. "Iya." Shakalon mengangguk. "Kamu yang nulis suratnya?" tanya Anyelir lagi. Tatapan Anyelir sangat sinis. Kedua matanya memerah, begitu pun dengan ujung hidung perempuan itu. Shakalon dibuat kebingungan dengan reaksi Anyelir. Jangan bilang alasan di balik tangisan Anyelir adalah surat pemberiannya? "Kenapa?" Anyelir mendengkus, membuang tatapannya ke objek lain. "Kenapa nggak bilang secara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN