Suara ramai dari peralatan latihan yang saling beradu membuatnya makin meriah, suara teriakan anggota saling menyemangati pada setiap ayunan pedang yang dilakukan. "Apa kamu pernah berpikir bahwa kamu adalah seorang pahlawan?" cetus Arlo pada lawan tandingnya. Dekka hanya tesenyum simpul, "Aku pernah membayangkannya!" "Bersiaplah!" tegas Arlo memasang kuda-kuda. Dekka memegang belati berbahan kayu menggunakan tangan kirinya. Tangan kirinya, ia hadapkan paling depan mengarah pada lawan tanding sedangkan tangan kanan sebagai perisai serangan saat lawan hendak menyerang. Arlo mengarahkan pedang pada Dekka yang saat ini ia cengkram. Kedua tangan menggenggam erat gagang pedang kayu miliknya. Dahi mereka saling mengkerut menunjukkan bahwa masing-masing diri Mereka tengah serius, jika sala

