Naomi saat ini terlihat gelisah, belajar pun ia tidak fokus karena terus-menerus mengingat ucapan Satya yang tidak akan meminta bantuan padanya. BRAK! ... Emosi Naomi memuncak ia menggebrak meja dengan kerasnya hingga, ia melupakan bahwa saat ini sedang berada di perpustakaan. Tempat dimana seseorang mencari ketenangan dalam belajar. Murid-murid memandangi arah suara keras yang datang dari bangku seorang gadis berwajah asia dengan mata biru menyala. "Ssttt ..." desas siswi berada disebelah Naomi. Naomi langsung beranjak dari kursi mengambil tas yang tergantung di bahu kursi. Selanjutnya ia pergi meninggalkan ruangan perpustakaan. "Apa yang baru saja aku lakukan?" batin Naomi menyesal atas tindakan spontan. Whoossh ... kreek ... klekk ... Naomi membuka pintu kaca yang tebalnya 3cm

