12.00. Siang hari, memang hari yang sangat panas diantara hari-hari lain. Karena, posisi matahari yang berada diatas kepala. HARI KETIGA. Asher mengayunkan tombaknya dari segala arah sembari menusuk, menebas lawan dengan segenap kekuatan yang dia punya. Asher menggunakan berbagai teknik yang dikuasainya secara penuh, hanya untuk melawan 20 orang berandalan didepan matanya. Asher menunjuk salah satu pria berbadan tinggi, "Kau, dengan tubuhmu yang lebar akan sangat mudah bagiku untuk menebasmu," demikian ucapnya sombong. Pria berbadan besar hanya tersenyum, "Yaarkk!" teriaknya sambil menggenggam erat tangan sembari berlari menuju lawan yang berada dihadapannya. Mereka serentak maju kearah Asher, dengan emosi yang memuncak. "Gacha! Kena kalian," batin Asher tersenyum licik. Dua pulu

