Keheningan malam, sesekali suara burung hantu terdengar. Kini Arlo dan 10 orang lainnya tengah mengendap-endap. Jaraknya dengan 5 orang bersenjata sekitar 20 meter. "Arlo, apakah kau maju tanpa rencana?" tanya Foxie yang masih berada di dekat gubuk bersama Felicia. "Ah, entahlah. Tapi mereka sedang melihat keadaan empat orang yang tewas beberapa jam yang lalu," ucap Arlo dengan radionya sambil melihat menggunakan teropong. "Empat orang yang kita ambil ransumnya?" tanya Foxie. "Iya, benar," ucap Arlo. "Arlo, apa kau punya rencana?" tanya ulang Foxie. "Tidak ada, aku akan menyerangnya langsung," ujar Arlo. "Bodoh! Aku akan ke sana juga, membawa senapan laras panjang," ucap Foxie yang langsung mematikan radionya dan tergesa-gesa mengambil senapan laras panjangnya. "Foxie, aku ikut!" p

