CHAPTER 40

2286 Kata

Tangannya mengambil benda pipih persegi, berharap ada pesan dari orang yang ia tunggu sedari tadi. Namun hasilnya nihil, dan ia menaruhnya kembali dengan kasar ke meja yang ada di depannya. "Ihh... Pergi ke mana dia?" gumam Anastasya yang menunggu di apartemen Satya. Di waktu yang sama *** Ting ... suara pintu lift terbuka. Satya dan teman-temannya masuk ke dalam lift yang kosong. "Hei, Satya." panggil Dekka. Satya menoleh ke sumber suara, "Ada apa?" tanya Satya. "Lantai berapa apartemenmu?" tanya Dekka kemudian. Klik ... suara tombol lift yang ditekan. "50," ucap Satya singkat. "Apakah kau tinggal sendirian di sini?" tanya Dekka kemudian. "Tidak, aku tinggal bersama dua kakakku," jelas Satya. "Memangnya kenapa?" tanya Satya kemudian. "Tidak ada, hanya suasananya seperti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN