CHAPTER 39

1457 Kata

Wajah Satya terlihat jelas kalau saat ini sedang kelelahan walau begitu, ia berusaha untuk berdiri. Pukulan keras oleh Satya membuat Dekka tersungkur keluar dari garis arena yang membuatnya tidak bisa bertanding kembali melawan Satya. Satya langsung tergeletak pingsan di matras, napasnya sangat terengah-engah dengan keringat berkucuran, "Asher tolong belikan aku minum lagi ..." pintanya lirih hingga tidak bisa didengar jelas semua ucapannya. Ashee tidak bisa mendengar jelas ucapan rekannya yang terkapar, "Apa?" Dekka berjalan mengitari arena sambil memegang perutnya sekaligus menahan rasa sakit yang dia terima. Ia mengambil sebuah kaleng minuman yang masih tersisa sedikit, lalu ia berjalan memasuki arena hendak menuju Satya yang masih tergeletak lemah. Dekka duduk menekuk kedua kakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN