Seketika wajah bang Nanda terlihat memerah.
"Mungkin saja Sindy salah lihat.ini bukan Abang...mana mungkin Abang berada disitu dengan seorang wanita,"ucapnya sedikit gugup.namun aku bisa melihat sorot matanya berubah,seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Abang yakin Sindy salah lihat?udah jelas jelas ini wajah kamu dan aku sangat mengenalinya.mana mungkin ada orang lain yang wajahnya begitu mirip,kecuali saudara kembar,"cetus ku.
"Sayang...di dunia ini ada tujuh orang yang wajahnya mirip.kan bisa aja yang mirip denganku sama sama tinggal dikota ini.bisa jadi kan?"tukas bang Nanda mencari pembenaran.
"Kamu masih bisa berkelit bang...tolong jujur sama aku,"ujarku penuh penekanan.
"Kamu lebih percaya sama Sindy daripada suami kamu sendiri?"tukas bang Nanda dengan sorot mata tajam.
"Aku hanya butuh pengakuan kamu bang...,"jawabku cepat.
"Pengakuan tentang apa?udah jelas jelas Abang keluar kota selama 3 hari ini dan kamu yang mengantarkan ke bandara,kan?buktinya Abang bisa membelikan kalian oleh oleh khas pekanbaru yang tidak ada dijual dikota ini.Sindy pasti hanya mengada ngada,sengaja mau menghancurkan rumah tangga kita.karena Abang tau betul Sindy seperti apa.kamu jangan terlalu percaya sama Sindy.dia sangat licik,"ujar suamiku mencoba meyakinkan ku.
"Cukup,bang...!aku sudah cukup lama mengenal Sindy,dia sahabatku sejak duduk di bangku SMA,bahkan sampai kuliah.sedangkan Abang baru mengenal Sindy setelah kita menikah...,"tukasku.
"Abang harus menjelaskan bagaimana lagi jika kamu gak percaya sedikit pun,hanya mengandalkan foto kamu sudah langsung menvonis aku telah berselingkuh.abang benar benar gak terima,Renata!"ujar suamiku dengan tegas.
Aku tak bisa berkata kata lagi.entah harus mempercayai suamiku ataukah Sindy.tapi hati kecilku meyakini bahwa suamiku telah mengkhianati ku,sudah jelas itu benar benar foto dirinya.aku tak mungkin salah melihat.
Namun tiba tiba bang Nanda merebut ponsel yang sedang berada digenggaman ku dan langsung menghapus foto itu dengan cepat.
"Kenapa dihapus bang...?"tanyaku menyesalkan.
"Karena Abang gak mau kamu dibayang Bayangi dengan pikiran negatif terhadapku,"jawabnya seraya mengembalikan ponsel nya ke tanganku.
Aku harus bisa bersabar menahan diri untuk jangan meluapkan emosiku dahulu sebelum rencanaku berhasil.sebisa mungkin aku harus bisa meski rasanya sulit sekali.tapi demi misiku dan juga anak kembarku,aku rela.karena aku sangat yakin bahwa bang Nanda telah menduakanku.ibaratnya tak ada maling yang mengaku.tak mungkin juga bang Nanda mengakui yang sebenarnya.
Aku hanya ingin membuktikan sendiri dan menangkap basah suamiku dan wanita itu.bang Nanda harus membayar tunai rasa sakit hati ini.sebisa mungkin aku akan perjuangkan hartanya untuk masa depan anakku.aku harus bisa mendapatkan semuanya sebelum benar benar membuangnya.
"Ya sudah bang,maafkan aku.mungkin saja Sindy salah lihat dan itu bukan Abang.aku terlalu parno karena takut kehilangan kamu,bang"ujarku pura pura mempercayainya,supaya tidak terjadi pertengkaran yang semakin serius.
Seketika wajah bang Nanda terlihat lega mendengar ucapan ku.
"Syukurlah...kalau kamu lebih percaya sama suami mu ketimbang orang luar.kamu tidak usah terlalu banyak pikiran.abang bekerja keras demi keluarga kecil kita.yang terpenting sekarang semua kebutuhan kamu dan juga anak kita terpenuhi.kamu tinggal duduk manis dirumah sambil jagain anak anak,gak usah terlalu capek.atau kalau perlu Abang Carikan asisten rumah tangga buat bantu bantu pekerjaan di rumah,gimana?"ujar suamiku dengan suara lembut sambil membelai rambut panjangku.
"Tidak perlu bang,aku bisa kerjakan sendiri.cuma aku sering bosan kalau dirumah terus,pingin jalan jalan atau belanja ke mall supaya gak suntuk,"pintaku manja seraya menyandarkan kepala ke dadanya.
"Ya sudah...kalau maunya seperti itu besok Abang akan transfer 10 juta ke rekening kamu,kalau kurang nanti Abang tambahin lagi.tapi maaf gak bisa nemenin kamu jalan jalan,karena pekerjaan gak bisa ditinggalkan,"ujar bang Nanda.
"Oke bang...gak apa apa.makasih ya,"jawabku sambil tersenyum,padahal dalam hati masih terasa perih yang teramat dalam.
Aku bersyukur karena akan mendapatkan uang dari nya,aku akan meminta tambahan lagi besok, syukur syukur dia memberiku dua kali lipat.lumayan kan?aku tidak akan menghabiskan uang itu untuk belanja ke mall seperti yang aku katakan padanya tadi.akan ku simpan sebagai tabungan masa depan ke dua anakku.
Setelah mengobrol beberapa saat dengan bang Nanda,aku pamit masuk ke kamar untuk tidur menyusul ke dua anakku,sedangkan bang Nanda lanjut menonton acara bola di televisi.
Sesampainya dikamar,aku langsung memeluk anak kembarku yang sedang terlelap.menatap wajah polos keduanya membuat ku sedih,tak terasa air mataku menetes.
Aku meratapi nasib yang dikhianati oleh suami.padahal usia pernikahan kami baru menginjak tiga tahun,tapi kenapa dia tega menduakanku.apa yang kurang dari diriku,aku sudah memberinya anak kembar yang tampan dan cantik,lucu dan menggemaskan.tapi sepertinya itu semua tak membuat suamiku bahagia.tidak mensyukuri karunia yang telah tuhan berikan,buktinya masih saja mencari kebahagiaan lain diluar sana.
Setelah puas menangis,tak terasa aku terlelap dan terbang ke alam mimpi
***
Keesokan harinya,ketika bang Nanda sedang mandi terdengar bunyi notifikasi dari ponselnya yang ia letakkan di atas nakas samping ranjang.aku segera meraih ponsel itu dan melihat sebuah balon pesan yang tertera diatas layar dengan pengirim yang bernama Sarah.aku langsung membacanya.
[Bang,nanti kita makan siang di tempat biasa ya di kafe anthor.ditunggu] dan ditambah emoticon love.
Hatiku seketika panas ketika membaca pesan dari wanita itu.ternyata benar dugaan ku.bang Nanda memiliki wanita lain yang bernama Sarah.ini bukti ke dua yang sudah kudapat.
Tak lama,terdengar pintu kamar mandi terbuka.segera aku letakkan ponsel ditempat semula.aku berpura pura merapikan bantal dan selimut yang masih berantakan di ranjang.
Ketika bang Nanda sedang memakai pakaian,aku membantunya merapikan kerah baju dan dasi yang ia kenakan.
"Bang,jangan lupa transferan nya ya.kalau bisa tambahin lagi dong...karena selain belanja,aku juga mau ke salon dan mengajak anak anak bermain di Playground,"pintaku manja.
"Oke,sayang.nanti Abang akan transfer 15 juta ke rekening kamu".jawab bang Nanda santai.
"Makasih ya sayang...,"ujarku senang.
"Iya, untuk kamu apa sih yang gak Abang kasih...mau perhiasan,barang branded atau apapun yang kamu minta,akan Abang usahakan...,"ujarnya.
"Beneran nih...,"sahutku.
"Ya,bener lah...tapi tunggu cair dulu akhir bulan ini ya,sayang.kalau untuk sekarang Abang cuma bisa kasih segitu dulu," ujar suamiku.
"Iya,gak apa apa.yang penting Abang harus tepati janji.awas loh kalau sampai bohong...,"candaku sambil mencubit hidungnya.padahal didalam hatiku rasanya sudah tak karuan.
Bang Nanda meraih jas hitam yang ada di gantungan dan memakainya,lalu membawa tas serta ponselnya yang tergeletak diatas nakas keluar kamar.
"Yuk,kita sarapan dulu,aku sudah bikin nasi goreng kesukaan Abang,"ajak ku sambil menggandeng tangannya menuju ruang makan.
Kami sarapan berdua, sementara anak kami Riko dan Rika belum bangun.biasanya mereka akan aku bangunkan sekitar jam 7.00 pagi,karena aku harus mengurus bang Nanda terlebih dahulu.
Ketika selesai sarapan, bang Nanda membuka ponselnya.sepertinya ia sedang berbalas pesan dengan seseorang.lalu kemudian menoleh ke arahku.
"Rencananya kamu mau kemana hari ini?hati hati ya bawa mobilnya.jaga anak kita baik baik.kalau bisa ajak sepupu kamu Aida buat nemenin,biar ada teman ngobrol nya sekalian bantu jagain Riko dan rika.mungkin Abang pulangnya agak malam,karena banyak yang harus diurusi,"ujar bang Nanda padaku.
"Sepertinya aku mau ke Nagoya aja bang.iya aku akan hati hati kok.nanti aku coba hubungi Aida dulu ya,mana tau dia ada urusan.kalau misalnya dia gak bisa,gak apa apa pergi sama anak anak aja,"jawabku.
"Ya sudah,kalau begitu Abang berangkat kerja dulu ya,"ujarnya sambil beranjak dari kursi.
Aku mengantarkan bang Nanda hingga ke teras.tak lupa aku mencium punggung tangan nya dan ia pun mengecup lembut keningku.setelah mobilnya keluar dari gerbang,aku segera menutupnya dan kembali masuk ke dalam rumah.
'Aku tau kamu udah janjian sama wanita bernama Sarah di kafe anchor siang nanti,bang...tunggu aja' batinku geram.
***