Kinanti pergi ke sebuah pemakaman umum. Mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa buket bunga mawar putih. Wanita itu bersimpuh di pusara, memeluk erat batu nisan. Kedua matanya memerah dan berkaca, menahan bulir lembut yang hendak menetes. "Ayah, bunda, maafkan aku. Seandainya aku tidak menikah dengannya, kalian pasti masih di sini bersamaku," monolog Kinanti. Air matanya tak lagi mampu terbendung, menetes perlahan membasahi kedua pipinya yang lembut. "Istirahatlah dengan tenang, aku akan selesaikan semuanya," ucap Kinanti sambil mengepalkan kedua tangannya. ~~~ Kenan menemui Kinanti di kantornya, ia menunggu di luar lobi. Kinanti yang baru saja keluar ruangan itu terkejut melihatnya. Kenan mendekati wanita itu dan berdiri di hadapannya. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kin

