Kinanti menatap tajam ke arah Jeny, mengangkat wajah wanita itu dan mencengkeram sedikit keras rahangnya. Kemudian, tersenyum remeh. Jeny membalas tatapan Kinanti. Dadanya naik turun menahan amarah. Kedua tangannya mengepal kuat. "Jawab aku, Kinanti!" seru Jeny kesal menahan amarah. "Perusahaan Om Jeno ayahnya Jefry hampir bangkrut lima tahun lalu. Om Jeno berteman baik dengan almarhum orang tuaku. Mereka meminta bantuanku sebagai pengganti orang tuaku untuk membantu agar perusahaan Om Jeno bisa bangkit lagi dan aku membantunya. Aku tahu, dia menyukaimu sejak lama, tetapi kau acuh, tidak memedulikan perasaannya serta lebih memilih untuk mengganggu hubunganku dengan Mas Kenan. Aku yang membantu Jefry agar bisa dekat denganmu. Kemudian, menghancurkanmu seperti sekarang," jelas Kinanti mena

