"Kenapa? Kau keberatan?" tanya Kinanti sambil senyum miring. "Kinanti, Aku ...." "Kami akan menebus kesalahan kepadamu, tapi Papi mohon, jangan meminta kami melakukan hal itu. Soal saham, Papi akan berikan padamu. Akan tetapi, lepaskan Jeny dan keluarganya," pinta Kanu penuh harap. "Sudah aku duga, kalian tidak akan mau melakukannya. Baiklah, biar aku yang selesaikan semua sendiri. Aku tidak akan berhenti, sebelum kalian semua hancur!" ucap Kinanti dengan tatapan nyalang. "Kinanti." "Menjauh dariku dan Kiandra! Mulai hari ini, aku melarangmu juga keluargamu bertemu dengannya!" seru Kinanti semakin kesal. "Kau kejam, Kinanti." "Aku kejam? Lalu, bagaimana dengan keluargamu? Mamimu? Mantan istrimu? Apa mereka tidak kejam memperlakukan aku? Bahkan kau mati-matian membelanya bersama papi

