"Kinanti sudah mati! Seperti katamu dan tanggapan orang, dia sudah meninggal lima tahun yang lalu. Sekarang yang kau lihat adalah aku, Merlin!" ucap Merlin penuh penekanan. 'Kinanti, kau begitu berbeda. Sorot matamu begitu tajam dan penuh amarah. Apakah se-benci itu kau padaku?' monolog Kenan dalam hati. "Apa kau begitu membenciku juga keluargaku hingga bicara seperti ini padaku?" tanya Kenan pelan tanpa melepaskan tatapannya. Merlin kembali terdiam. Hatinya semakin sakit mendengar ucapan Kenan. Sorot kebencian semakin terlihat di balik mata indahnya. "Iya, aku membencimu juga keluargamu. Kinanti yang dulu memang lemah, tetapi Merlin tidak lemah dan tidak bisa kau kendalikan seperti dulu!" "Kinanti, apa kau marah dan kecewa karena aku baru menemukanmu sekarang? Kau pikir aku selama i

