Bab 18 Luka Hati

1018 Kata

Kinanti mendengkus kesal dan melangkah mendekati Kenan dengan gamang, sebelum lelaki itu berbuat nekat. "Makanlah," pinta Kenan sambil mengangguk memberi kode. Kinanti terpaksa menerima dan memasukan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya dengan malas. Mulutnya tampak mengembung saat mengunyah, membuat Kenan gemas menahan tawa. "Makan dengan perlahan, kau tidak akan terlambat sampai kantor," pinta Kenan sambil menghela napas. Kinanti tak menghiraukan dan melanjutkan makannya. ~~~ Kenan mengantar Kinanti ke kantor. Setibanya di area depan lobi, ia mengerutkan kedua alisnya ketika melihat nama perusahaan yang terpampang di sisi muka gedung. 'Jadi Kinanti benar bekerja di sini? Aku pikir hanya kebetulan jalannya saja yang sama,' batin Kenan sambil memperhatikan gedung tersebut. "Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN