Merlin terdiam sejenak sambil menghela napas kasar. Menenangkan hati dan pikirannya sebelum bicara dengan Hendrik. "Kinanti," panggil Hendrik lembut. "Kenapa saat bertemu denganku beberapa waktu lalu kau menghindar dan berpura-pura tidak mengenalku?" tanya Hendrik semakin penasaran. "Hen, aku ...." "Kau masih menganggapku sahabatmu, bukan?" tanya Hendrik kembali. Merlin mengangguk. "Baiklah, aku tidak akan memaksamu jika kau tidak ingin bercerita denganku. Terpenting, aku bisa melihatmu kembali, itu sudah membuatku tenang dan lega," jelas Henrik datar. "Maafkan aku, Hen. Bukan tidak mau cerita, hanya saja--aku tidak tahu harus memulai dari mana memulainya?" jelas Merlin datar. "Pelan-pelan saja. Aku akan mendengarkan semuanya," ucap Hendrik lembut. Kinanti mulai menceritakan semua

