Merlin melangkah keluar kantor dengan anggun. Semua karyawan dan karyawati menyapa sambil tersenyum, Merlin mengangguk, seulas senyum terbit dari sudut bibirnya. Langkah Merlin terhenti ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Wanita itu berusaha melepaskan, tetapi justru dekapan tersebut semakin erat hingga membuatnay kesulitan untuk bergerak. "Lepaskan aku!" pekik Merlin. "Biarkan seperti ini, sebentar saja," ucap orang yang memeluknya itu lembut. "Kau ...." "Kinanti, maafkan aku. Aku mohon, jangan menghukumku terus seperti ini," ucap orang yang ternyata Kenan itu. "Tolong jangan seperti ini! Lepaskan aku!" seru Merlin sambil terus meronta. "Aku tidak akan melepaskanmu. Bisa kita bicara?" pinta Kenan lembut. "Aku ...." "Aku mohon," pintanya kembali penuh harap. "OKe,

