Kondisi Kiandra semakin memburuk, membuat Kenan sedikit panik, tetapi ia berusaha untuk tetap tenang agar bisa menyelamatkan putranya. 'Bertahanlah, Sayang. Daddy mohon. Daddy tidak ingin kehilanganmu dan mommy lagi. Kau harus kuat, Sayang,' batin Kenan kembali sambil menahan air mata yang hendak menetes. "Pasang intubasi. Saya akan melakukan CPR," ucap Kenan sambil naik ke atas ranjang. "Baik, Dok," ucap salah satu perawat yang mendampingi Kenan di ruang operaerawat itu memasang alat bantu pernapasan. "Siapkan deflibrillator," ucap dokter itu sambil turun dari ranjang. "Baik, Dok," ucap perawat itu mengikuti perintah Kenan. "Deflibrillator 200 joule!" "Siap!" "Shock!" Setelah dua kali dikejutkan dengan deflibrillator, perawat melihat ke arah monitor di hadapannya. "Tekanan darah

