Bab 75 Pengakuan Kenan

805 Kata

Kenan menatap ke arah Kinanti yang masih didekap oleh Hendrik. Kedua matanya meminta penuh harap. "Kinanti, kau boleh menghukum aku dan keluargaku. Namun, aku mohon, jangan pisahkan aku dengan Baby Kian. Kau dengar tadi permintaanya, bukan? Apa kau tega melihat putra kita bersedih?" ucap Kenan mengiba. Pemuda itu masih bersimpuh di hadapan Kinanti. Menatap dalam raut wajah cantik wanita yang tengah dirundung dilema tersebut. "Jangan jadikan Kiandra alasan! Kau pikir aku akan luluh hanya karena kau bersimpuh dan permintaan Kiandra?" ucap Kinanti kembali emosi. Kedua tangan wanita itu mengepal. Dadanya naik turun menahan amarah. Matanya nyalang menatap Kenan. Seketika, tatapan uang selalu teduh dan penuh kelembutan itu berubah menjadi penuh dendam dan amarah. "Kalau kau membenciku, kena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN