Hendrik semakin mendekat ke arah Kinanti dan memapah tubuhnya yang lunglai. Menatap nanar wanita yang sangat ia sayangi itu. "Kinanti, Kau kenapa? Kenapa seperti ini?" tanya Hendrik lirih. Hendrik menggendong tubuh Kinanti dan membawanya ke kamar. Kemudian, memanggil Dokter Fahrul, dokter keluarga Hendrik untuk memeriksa kondisi Kinanti. Setengah jam kemudian, dokter selesai melakukan pemeriksaan. Hendrik mendekat ke arah Kinanti, sebelah tangannya terbalut selang infus dan sebelahnya terbalut perban. Wajah Kinanti masih tampak pucat dan belum sadarkan diri. "Bagaimana keadan Kinanti, Dokter?" tanya Hendrik berdiri di samping Dokter Fahrul. Dokter setengah baya itu menghela napas sedikit kasar. Menatap ke arah Hendrik. "Nyonya Kinanti mengalami syok. Sebenarnya, apa yang terjadi samp

