Merlin terbelalak dengan ucapan Kenan. Wanita itu terdiam sejenak. Kemudian, ia berusaha untuk menepis kedua tangan Kenan yang mendekapnya. "Le--lepaskan saya, Tuan," ucap Merlin dengan gugup. "Kenapa wajahmu memerah seperti itu, Nona? Apa dugaan saya benar? Anda ini ... Kinanti?" tanya Kenan dingin. "Saya benar-benar tidak mengerti maksud Anda, Tuan. Lepaskan saya!" ucap Merlin masih berusaha melepaskan dekapan Kenan. "Meski wajahmu berbeda, aroma tubuh dan suaramu tidak akan bisa mengelabui-ku. Aku tau kau adalah Kinanti. Jangan bohongi aku lagi," ucap Kenan sambil menghidu aroma tubuh Merlin yang begitu membuat Kenan mabuk. "Tuan, Anda ...." Kenan mendekatkan tubuh Merlin hingga mencium paksa bibir Merlin dengan mesra. Wanita itu berusaha meronta agar dilepaskan. Namun, Kenan tak

