Merlin menelan ludah, tatapan kepada Kenan berubah dingin. Napasnya bergemuruh menahan rasa. Kenan kembali mendekatkan wajahnya hingga tak berjarak. Menyatukan keningnya dengan kening Merlin. Tak ada suara, hanya embusan napas sesekali terdengar sesak. "Jawab aku," ucap Kenan pelan tanpa mengubah posisinya. "Le--lepaskan aku!" seru Merlin dengan sisa kekuatan yang ia miliki. "Tidak akan, sebelum kau jawab pertanyaanku," balas Kenan pelan. "Aku Merlin, Bukan Kinanti. Anda salah orang. Bukankah Kinanti sudah meninggal seperti kata Anda? Aku hanya mirip dengan wanita yang Anda cari, Tuan," bantah Merlin, meski pelan, tetapi cukup membuat Kenan kesal. "Baik, ikut aku sekarang!" seru Kenan menjauhkan dirinya dari Merlin dan menarik paksa sebelah tangannya. "Ke mana?" tanya Merlin curiga.

