tepat jam menunjukkan 14.30
" ya ampun kak rey kemana ya, di hubungi gak di angkat, di chat wa juga gak di baca , gimana ini?? jam sudah hampir jam 3 sore, waktunya operasi bentar lagi." batin khawatir fayna dengan mondar mandir diruangannya.
di tempat lain
"aaaaaaaarrrrggggggghhhhhh" teriak reyhan yang telah sampai di dalam mobil dan dia juga memukul mukul setir mobil dengan keras , meski terasa sakit tapi dia tidak hiraukan karena menurut dia lebih sakit yang ada di hatinya.
" aku mencintaimu mel, aku akan berjuang untuk meluluhkan hatimu ." lirih reyhan didalam mobil , reyhan yang sudah tak ingat dengan jadwalnya sehingga dia tak menghiraukan dering ponselnya yang sedari tadi berbunyi.
" aaahhhhh....... berisik sekali kau ponsel ..." teriaknya pada ponsel , karena dia kesal dia pun dengan terpaksa mengambil ponselnya, dan diliat tertera nama fayna yang menelponnya , dengan rasa malas akhirnya dia mengangkat telpon itu.
" ya hallo." kata reyhan ketus setelah mengangkat telpon.
" allahamdulillah , dokter rey akhirnya mau menerima telpon saya " ucap bersyukur fayna karena sudah puluhan kali bahkan ratusan kali di chat tidak ada yang di angkat maupun dibaca.
" ya dokter fayna ada apa telpon saya " jawabnya datar .
" dokter dari mana saja ,? saya mau memberitahu kalau jam 3 kita harus melakukan operasi secepatnya. apa dokter lupa." tanya fayna dengan hati hati.
"ohh shiittt..... kenapa aku bisa lupa kalau aku ada jadwal operasi hari ini, sial
..pasti kak fadli akan marah kalau aku sampai telat mengoperasi pasien ." gumamnya rehyan dalam hati.
" oke , saya sudah di jalan , bentar lagi saya sampai ." ucapnya reyhan
"baik dokter , sa............." ucapan fayna menggantung setelah mendengar
tut.tut.tut.tut.
" ye alah , di putus sepihak lagi, ? tapi kenapa ya dari nada bicara dokter reyhan kok seperti ada sesuatu ,tidak seperti biasanya." gumamnya fayna dengan lirih dan aneh suara reyhan.
kini reyhan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi , mengigat sebentar lagi sudah jam 3 , dia butuh 25menit harus bisa sampai kerumah sakit, dia juga bersyukur karena jalanannya mendukungnya , jalanan yang tidak terpadat dan selalu mendapatkan lampu hijau di jalan raya.
ccccccciiiiiiiiiittttttttt
reyhan pun kini sudah sampai di parkiran dengan keadaan kacau. reyhan sebelum turun dia melihat dirinya dulu supaya tidak ada yang tau kalau hatinya kini kacau, dia merapikan sedikit baju dan juga rambutnya .
kini reyhan pun sudah rapi dan dia pun langsung turun dari mobil mengigat tinggal 3menit lagi dia harus sudah ada di dalam ruangan operasi. reyhan oun berlari menuju ke ugd dulu lalu dia pun langsung menuju ruang operasi.
fayna yang sedari tadi menunggu reyhan sangat cemas ,pasalnya dia harus segera melakukan tindakan kalau tidak akan membahayakan pasien yang sekarang lagi bertarung nyawa. sebenernya fayna bisa melakukan sendiri dengan dibantu oleh perawat tapi dia juga gak bisa lancang karena dokter reyhanlah yang berhak memutuskan .
fayna yang sedari tadi menoleh arah pintu operasi pun menjadi tegang dimana gagang pintu itu sudah di buka oleh seseorang, dan dia pun merasa lega siapa.yang membuka pintu tersebut, sehingga fayna pun langsung menghampirinya.
" apa kamu sudah menyiapkan semua peralatan untuk operasi dokter fayna." tanya reyhan tanpa menoleh.
" sudah dokter semua sudah siap. para perawat pun sudah siap melakukan operasi hari ini ." jawabnya dokter fayna dengan sopan dan lemah lembut.
" kalau gitu saya mau ambil baju khusus saya untuk operasi. dokter fayna langsung saja keruangan dan mengeceknya kembali apa.semua sudah lengkap apa belum .," titah reyhan .
".baiklah dokter ,.kalau.begitu saya keruangan operasi dulu dan mengeceknya kembali.takut ada yang kurang ,." jawabnya fayna
" hmmmm " hanya deheman yang menjadi jawaban reyhan lalu dia pun pergi dengan laju agak cepat. fayna juga langsung menuju ruangan operasi dan mengeceknya kembali.
reyhan pun kini sudah ada di ruangan operasi,.
"sudah siap semuanya. ???" tanya reyhan.
" siap dokter."
kini semua para dokter sekaligus para perawat yang membantu operasi kini telah bekerja dengan serius dan teliti. hingga 2jam lamanya kini operasi itu pun sudah selesai dengan lancar tanpa kendala.
" alhamdulillah" seru semua
kini dokter reyhan pun membersihkan diri dulu lalu bergantian dengan dokter lainnya .
dokter fayna pun mendekat ke dokter reyhan .
" dokter reyhan .?" sapa dokter fayna
dokter reyhan pun menoleh kebelakang dan ternyata dokter fayna dengan tersenyum lalu dojter reyhan pun membalas senyuman itu.
" iya dokter fayna ,ada apa?" tanya dokter reyhan
" dokter tadi habis makan siang mampir kemana? ". jawab dokter fayna dengan pertanyaan.
" tadi ada urusan mendadak dokter fay ." jawabnya singkat.
" tapi kenapa dari raut wajah dokter reyhan seperti tidak seperti biasanya?" tanyanya lagi
" mungkin saya kelelahan dokter fayna , kan habis kerja keras barusan ." jawabnya datar.
"tapi bukan itu deh masalahnya, aku tau betul kamu dokter, kamu orangnya murah senyum tapi kamu sekarang keliatan murung sekali, ada apa denganmu dokter?" batin dokter fayna
" ohh , baiklah kalau gitu dokter reyhan istirahat saja ." kata dokter fayna dengan senyumannya.
" baiklah , kalau gitu saya keruangan saya dulu ya dokter fayna , nanti kalau ada emergency kabar saya , biar saya bantu." kata dokter reyhan yang tanpa senyuman di wajah tampannya .
" siap dokter." kata fayna dan menempelkan telapak tangannya seperti memberi penghormatan
dokter reyhan pun melihatnya dengan senyuman semanis mungkin agar dokter fayna tidak mengetahui hatinya saat ini rapuh, lalu dokter reyhan pun melangkah ke ruangannya , dia pun lalu menghempaskan tubuhnya di sofa empuk .
" aaarrrgggghhhhh, "
" mel kamu bikin aku gila dengan penolakanmu, apa sebenarnya terjadi mel? aku sangat mencintaimu mel." batin reyhan yang menjerit .
disisi lain
setelah amel pergi dari cafe tadi kini amel pun pergi menuju pantai untuk menenangkan sejenak pikirannya . awalnya amel ingin kembali ke butik tapi kalau keadaannya seperti ini amel takut kalau ira akan mengetahui apa yang terjadi, sehingga dia pun langsung menuju ke pantai sejenak .
" ya allah , aku mencintai reyhan tapi aku juga sayang sama adikku fayna, ya allah aku gak mau merusak kebahagian fayna karna saat ini fayna sangat mencintai reyhan." batin amel dengan melamun memikirkan hatinya .
bugggghhhh
"aaaawwwww" pekik amel
bola terlempar dan mengenai kepala amel.
" maaf saya tidak sengaja ." ucap seseorang yang tidak sengaja melempar bola sehingga kena kepala seorang yang kini duduk dengan lamunannya .
kini orang itu ada di hadapan amel.
" oke gapapa ." jawab amel yang masih meringis kesakitan di area kepalanya .
" tunggu sebentar ." ucap orang itu lalu pergi menuju ke mobilnya entahlah mau ambil apa orang itu.
" ini , menyodorkan kompresan es batu, kompres pakai ini biar tidak bengkak ." kata orang itu dan memberikan kompresanya ke amel.
" terima kasih ." ucapnya singkat