galau

1039 Kata
kini amel pergi meninggalkan pantai yang sedari tadi jadi penenang di hatinya . ya meski tadi dia bertemu dengan orang yang bikin wajahnya benjol akibat bola yang terkena di wajahnya , tapi bagi amel tidak masalah baginya sakit kena bola tidak sebanding dengan sakit hatinya saat ini. mungkin suatu saat nanti hatinya akan kembali seperti semua, amel gak ingin terlarut dalam kesedihan hatinya ,saat ini amel harus bisa membahagiakan orang yang di sayang meski dia sendiri menahan perih dan sakit . disinilah saat ini amel berada, di butik yang sudah sepi karena para pegawai sudah pulang terlebih dahulu , amel menelpon kepercayaannya ira untuk tutup lebih awal. karena saat ini amel ingin sendiri di dalam butik itu. tepat pukul 5sore dia sudah sampai dan dia langsung memarkirkan mobilnya tepat di depan butik , dia membuka pintu butik dan masuk kedalam ruangannya . menyandarkan kepalanya di sofa miliknya dan memejamkan matanya ,perlahan dia mengingat betul bagaimana adiknya antusias bercerita tentang reyhan . "kak ,kakak tau gak reyhan itu perhatian banget sama aku, dia selalu anter jemput aku,.makan bareng bersama kalau di rumah sakit, bahkan pernah nih ya kak aku jatuh dari tangga gak sengaja eh malah dia panik banget rasanya dia itu khawatir banget sama aku, bahkan aku disuruh istirahat gak boleh ngapa ngapain padahal aku hanya luka kecil di tangan dan kaki hanya lecet aja tapi dia itu khawatir banget kak, dan dia juga pernah suapin aku gara gara itu.aku bahagia sekali kak, dan tau gak kak tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta sama dia , dan kayaknya penurut pandanganku dia juga sama mencintaiku kak ." ceritanya fayna kepada sang kakak. amel pun yang mendapatkan curhatan dari sang adik hanya diam dan mendengar nya saja tanpa berkomentar, tanpa sepengetahuan adiknya , amel juga sudah menaruh hati kepada reyhan sejak perkenalan pertama , apakah ini yang di namakan jatuh cinta pada pandangan pertama.?. itulah pikir amel . setelah mengingat betul curhatan adiknya waktu itu perlahan dia membuka matanya dan merasakan air matanya tanpa sengaja menetes dipipi . sungguh kenyataan yang pahit dimana reyhan mengungkapan cintanya tapi di waktu sebelumnya adiknya antusias kalau dia jatuh cinta pada reyhan . kenapa reyhan seakan mempermainkan perasaannya. dia seperti ingin memiliki adiknya sekaligus dia kakaknya, kalau seandainya dia mencintai adiknya gak mungkin dia akan menyatakan cintanya kepadanya ,tapi kalau dia tidak cinta sama adiknya gak mungkin dia begitu perhatian melebihi dari seorang kekasih . sungguh diluar pikiran amel , ingin sekali amel menanyakan perihal hatinya reyhan sebenarnya, siapakah yang di cintainya ,jangan sampai hati reyhan di miliki dua wanita sekaligus bahkan saudara , lebih baik dia mundur perlahan meski agak sulit ,karena pasti reyhan akan selalu bersama adiknya ,. tanpa terasa waktu juga terus berjalan hingga akhirnya kumandang adzan magrib terdengar di telinganya . perlahan mata sayup nya amel terbuka perlahan dan menegakkan duduknya . dengan langkah gontai amel berdiri menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim . disisi lain... " dokter fay ." sapa reyhan setelah keluar dari ruangannya dan bertepatan melihat fayna habis dari ruangan perawat . " iya dokter , ada apa ?" jawabnya fayna dan membalikan tubuhnya untuk menghadap ke reyhan . " sudah mau pulang .?" tanya reyhan , saat ini reyhan ingin sekali bertemu dengan amel dan meminta maaf atas kejadian tadi secara mendadak dan terkesan terburu untuk menyatakan perasaanya . " iya dokter rey, ini habis meriksa pasien terakhir saya mau kembali keruangan saya untuk siap pulang . " jawabnya santai dan ramah " kalau gitu saya antar pulang ya ,boleh ?" tanya reyhan lagi seperti memohon . tidak seperti biasanya memohon , padahal dia sendiri biasanya mengantarkannya pulang tanpa memohon begini tapi kali ini kenapa ada yang aneh dalam.diri reyhan kenapa harus pakai memohon pikir fayna. " tentu dokter boleh ,dan seperti biasanya juga dokter selalu mengantar saya pulang .memangnya dokter kenapa tumben ijin dulu ,biasanya langsung maksa untuk pulang bareng ." heran fayna tapi dengan nada ramah " iya juga ya , kenapa aku ijin ke fay padahal kan selama ini aku selalu mengajaknya pulang bareng . bodoh kau rey " batin rey mengerutuki kebodohannya . " hah , memang gak boleh ya kalau hari ini saya ijin dulu? saya takut aja hari ini kamu berpergian secara ini kan sabtu malam minggu banyak para muda mudi berpergian untuk merileks kan pikiran ." kata reyhan mencari alasan yang tepat biar dia tidak curiga kalau niatnya ingin ketemu amel. " ohhh ,kirain , saya gak kemana mana kok dok, saya gak memiliki kekasih ataupun calon suami jadi bagiku malam minggu ya seperti hari hari biasa aja, tanpa spesial " jawab fayna dengan senyumannya . " andai dokter mau mangajak saya kencan malam ini sungguh aku sangat bahagia sekali dokter ." batin fayna dengan miris . " hahaha , sama dong, ya udah saya tunggu di parkiran aja ya. dan kamu cepetan sana siap siap untuk pulang , jangan pakai lama ." ujarnya reyhan " baiklah , ya udah saya keruangan saya dulu ya dok ." pamit fayna dan langsung berlalu dari hadapan reyhan menuju keruangannya . reyhan pun yang sedari tadi sudah ingin pulang , langsung menuju ke area parkir dimana mobilnya saat ini . sekitar 15 menit akhirnya fayna menunjukkan dirinya yang sudah di area parkir mobil rey, sempat rey kesal karena menunggu fayna terlalu lama , apalagi di area parkir tempatnya agak gelap, panas meski didalam mobil dia nyalakan acnya ,dan dia juga yang biasanya menunggu di lobi tapi malah memilih nunggu disini , itulah dia , dan kenapa hari ini dia begitu bodoh . ceklek " maaf ,ya kak rey tunggu lama. " ucap fayna yang tidak enak karena biasanya dia selalu bareng menuju ke parkiran tapi kini dia di tinggal. " it's ok gapapa kok , fay , ya udah kita jalan sekarang ya ." kata reyhan dan langsung menjalankan mobilnya . hening . " kak rey ." panggil fayna karena merasa canggung sebab tidak ada obralan yang seperti biasanya , reyhan hari ini tampak dingin dan cuek, bahkan merasa pendiam , kenapa dia sebenarnya pikir fayna terheran sebab dia berubah sehabis makan siang tadi . " hmm " reyhan hanya menjawab dengan deheman . " kak rey ada masalah kah ?" tanya fayna hati hati. " gak kok ,memang kenapa fay .?" tanyanya balik " ku perhatiin kak rey hari ini banyak diemnya ,tumben aja.tidak seperti biasanya ." kata fayna " masa sih ,fay, perasaan kakak biasa aja ." jawabnya tanpa menoleh fayna. " biasa aja gimana , kakak itu dari tadi diem aja gak ngobrol ngobrol seperti biasanya ," jawab ketus fayna , pura pura ngambek. " perasaan kamu saja mungkin fay, " jawabnya . jawaban yang rey berikan justru bikin hati fayna kesel , akhirnya dia memilih untuk tidak tanya lagi, biarlah suatu saat juga dia pasti cerita dengan sendirinya tanpa dipaksa .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN