bab 18

1010 Kata
kini mobil reyhan sudah memasuki area komplek rumah fayna , dan dengan menempuh 5 menit akhirnya mobil itu sukses terparkir di garasi rumah fayna. " sudah sampai fay ." kata reyhan membuyarkan lamunan fayna yang tidak diketahui oleh reyhan . tersadar dari lamunan " oya , ya udah aku masuk dulu ya kak rey ,terima kasih ." ucap fayna sambil membuka pintu mobil. " fay ,tunggu ." kata reyhan tiba tiba. fayna pun membalikkan tubuhnya menghadap ke reyhan. " iya kak ada apa?." tanya fayna . " hmm kayaknya kakakmu belum pulang ya, tumben hanya ada 1 mobil aja ,.?" tanya reyhan yang tidak seperti biasanya mobilnya hanya 1 itu pun punya papanya fayna fayna pun langsung menatap arah garasi mobil dan benar saja hanya ada mobil papanya yang ada di garasi , kakaknya belum pulang. " iya kak, sepertinya kak amel lembur deh, soalnya dia pernah bilang kalau akhir akhir ini rame pelangan gitu ,apalagi minta di rancang langsung oleh kak amel , tapi biasanya juga meski banyak kerjaan dia gak bakal lembur sih , " jawab fayna dengan santai. mengerut keningnya saat fayna menjawab, tujuannya yang awal ingin ketemu amel justru kecewa karena amel belum pulang. " ohh gitu , hm ya udah kalau gitu aku pamit ya fay " pamit reyhan ramah . fayna pun hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum ke arah reyhan . " baiklah , hati hati dijalan ya kak." ucap fayna lalu turun dari mobil rey dan menutup kembali pintunya dan berdiri menunggu mobil rey berjalan lalu dia oun akan masuk kerumahnya. reyhan membuka kaca mobilnya. " ok , assalammualaikum ." ucapnya reyhan " walaiku salam " jawab fayna , dan mobil reyhan pun kembali melaju , setelah mobil reyhan tak terlihat fayna pun membalikkan badannya dan melangkah menuju rumahnya. " assalammualaikum ." kata fayna yang saat ini sudah ada di ruang keluarga " walaikumsalam ," jawabnya bersamaan . fayna pun lalu meraih tangan ke dua orang tuanya dan mencium punggung tangannya . " di antar reyhan ya sayang .?" tanya sang mama. " iya ma ," jawab fayna yang kini duduk di sofa di samping adiknya angga. " dek , gak malam mingguan?" tanya fayna . " gak kak, angga lagi bokek , " jawab angga santai. " huh , memang uang jajan kamu di kemanain yang dari papa.dan kakak kakakmu itu.?" tanya fayna geram "hehehehe ,biasa kak, ada perlu lah urusan anak muda ."ucap angga cengengesan . " awas ya kalau dibuat tidak bener , " kata fayna " siap kak " jawab angga tersenyum manis. kini fayna menoleh ke arah mamanya. " ma ." panggilnya " ya ada apa sayang?" tanya mama lusi " kak amel belum pulang ya .?" kata fayna " iya , tadi sudah wa mama katanya pulang malam ." jawab mama lusi sambil menonton televisi. " tumben ma ?" tanyanya lagi . " ya ,mungkin banyak pelanggan pesen gaun , jadi mau gak mau ya harus dilayani." jawab mama lusi " oh" kata fayna , " ya udah kalau gitu ,fay masuk kamar ya ma ,pa , gerah mau mandi ." pamit fayna kepada ke dua orang tuanya. "iya sana , bau badanmu sampai menusuk indra penciuman mama " canda mama lusi yang mendengar jawaban mama lusi hanya tertawa karena berhasil mengerjai fayna . " ihs, mama nih ya , ya udah fay langsung ke kamar ." kata fayna langsung bangkit dari tempat duduknya menuju kamar . hahahahahahaha disisi lain " tumben amel lembur, biasanya kalau aku anterin fayna pulang pasti dia sudah ada dirumah dulu "batin reyhan " apa dia masih dibutik ya ,kalau gitu aku langsung kebutiknya aja " batin reyhan amel pun sehabis dari menunaikan kewajibannya dia langsung berkemas untuk pulang. mengingat ini sudah menunjukkan pukul 8 malam , amel yang tidak seperti biasanya pulang malam menjadi khawatir takutnya dirumah mamanya menunggunya pulang, dia pun bergegas menutup butiknya dan langsung naik ke dalam mobilnya ,lalu melajukan mobilnya ke arah pulang kerumahnya . selang beberapa menit mobil reyhan pun sampai ketempat dimana butik amel. dia menatap butik tersebut dengan kondisi yang sudah tutup, berpikir keras dimanakah amel berada kenapa dirumahnya kosong dan sekarang sudah berada di butiknya pun sudah tutup. " mel kamu kemana sih, dirumah gak ada sekarang di butik pun juga tidak ada . hufh apa kamu marah dengan aku mel gara gara tadi siang ." lirih reyhan berkata. reyhan pun langsung ambil ponselnya dan langsung menelpon amel . menghela nafasnya dengan mendengar jawaban di ponselnya hanya operator yang menjawab. berkali kali mencoba juga tetap sama hanya operator . akhirnya reyhan pun berhenti menelpon amel dengan pasrah. tidak menunggu lebih lama akhirnya reyhan pun melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemennya . reyhan yang biasanya pulang kerumah kedua orang tuanya kini di lebih memilih untuk ke apartemennya untuk menenangkan pikirannya karena galau . amel pun pulang tepat jam 9 malam sambil membawa martabak manis kesukaan keluarganya . " assalammualaikum " salam amel saat berada di ruang keluarga yang melihat keluarganya masih ada disana. dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya. " walaikum salam " jawab bersamaan " loh nak , kenapa pulangnya malam sekali ?" tanya mama khawatir. " iya ma, tadi amel banyak kerjaan makanya pulangnya malam ,maaf ya ma ." ucap amel bersalah . " kak ,itu kakak mambawa apa sih kayaknya aroma penciumanku meronta ronta untuk melihat isi yang kakak bawakan ."sahut angga di sela percakapan amel dengan mamanya. " kamu tuh ya ga , kebiasaan kalau masalah makanan aja nomer satu ." canda papanya . " hahaha biasa pa , anak papa yang tampan ini kan meski kayak gini doyan makan ." ucap angga dengan terkekeh. " memangnya kamu gak takut gendut apa ,? apa gak sayang sama badanmu yang ideal itu."ledek sang papa. " asal papa tau ya , meski angga banyak makan tapi tubuh angga ini menolak untuk gendut , jadi apa pun makanan yang angga makan gak bikin angga gendut pa. " ucap angga dengan bangga. " terserah kamu aja angga , tapi kalau kamu gendut jangan salahkan papa ya ." kata sang papa. " sudah sudah kalian ini ya , berdebat terus ." kata sang mama menengahi kepada kedua cowok yang berbeda usia itu. " oya kak itu apa sih didalam kresek ?" tanya angga lagi . " oh ini , ini kakak membawa martabak manis kesukaan keluarga ini dek , niih kamu buka aja " jawab amel yang menyodorkan kresek yang berisi martabak manis kepada angga " wah kakak , ini enak sekali, bolehkah aku mengambilnya kak ." ucap angga dengan tatapan berbinar melihat makanan kesukaannya. " di habiskan juga gak masalah kok dek , ya udah kalau gitu amel ke kamar dulu ya ma pa , amel mau mandi dulu ." pamit amel " ya udah sana bersih bersih dulu , sehabis bersih bersih makan ya mel ," kata mama lusi amel hanya tersenyum dan mengangukan kepala dan langsung berdiri berjalan menuju kamarnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN