Untitled

901 Kata
kini matahari menyapa dan menyinari semesta alam . suara kicauan burung pun bersahutan sangat merdu. amel yang sedari tadi sudah bangun subuh dan melakukan kewajibannya kini telah bersiap untuk berangkat kerja , hari ini amel banyak klien yang memintanya untuk mendesign gaun diantaranya untuk pengantin , wisuda, ataupun acara lamaran . sehingga amel harus berangkat lebih awal dari biasanya. "loh mel tumben udah rapi, mau berangkat" tanya mama lusi yang tidak sengaja lewat kamar amel dan melihat pintu kamar amel terbuka lebar. "eh mama, selamat pagi,. iya ma hari ini amel banyak kerjaan jadi harus lebih awal berangkatnya biar gak berantakan nantinya" jawab amel yang masih memakai jilbabnya dengan model segita. " oh ". sambil mengangguk kepalanya." kamu mau sarapan mel " tanya mama lusi. "gak deh ma, nanti aku beli aja dibutik atau gak titip sama karyawanku saja" tolak amel tersenyum " ya udah kalau itu mau mu mel, oya kalau gitu mama buatin s**u ya sayang " kata mama lusi "baiklah ma , terima kasih ya ma" jawab amel tersenyum. "sama sama sayang, bentar ya " kata mama lusi lalu membalikkan badannya menuju dapur untuk membuatkan s**u buat amel. amel yang sudah siap untuk berangkat, lalu turun dan menuju dapur untuk meminum s**u yang sudah di buatkan mama tersayangnya. kini s**u itu pun telah habis di minum amel. " ma susunya kan sudah habis , kalau gitu amel berangkat ya " menyalami mamanya " assalammualaikum ma" katanya amel lagi. "walaikumsalam hati hati sayang " jawab mama lusi yang langsung dapat jempolan bertanda ok. amel kino berada di depan rumahnya, menepuk jidatnya , " ya ampun kok aku lupa ya, kalau mobilku kan masih di parkiran mobil" batin amel. " huh. cari taksi deh diluar, semoga cepet dapet nanti" batin amel. kini amel menuju jalan raya yang jaraknya 15 menit untuk pejalan kaki. tapi sebelum berada di jalan raya dikagetkan dengan suara klakson di belakang tinnnnnn tinnnnn amel pun menoleh dan mengerut keningnya seakan dia bertanya dalam hatinya" sepertinya ini mobil tidak asing ya dimataku, tapi mobilnya siapa ini, menghalangi jalanku saja" katanya lagi dalam hati "hai mel" sapa seseorang dangan senyuman manisnya yang sudah turun dari mobil dan mendekati amel yang berdiri mematung " lo...... reyhan kok.? kamu ada disini ?..." tanya amel terkejut, karna yang dia tau rumahnya jauh dari rumahnya. dan gak mungkin juga dia mau jemput fayna,. karna kemarin fayna memberi tahu kalau dapat shif siang. " kok bengong mel, yuk masuk, aku anterin kamu dibutik" ajak reyhan dengan tersenyum. " makasih rey, takut kamu kerepotan kalau anterin aku " tolak amel "gak repot kok mel justru aku sangat senang bisa anterin kamu, ya udah yuk kita berangkat sekarang nanti kamu bisa terlambat lagi " ajak reyhan yang langsung menarik pergelangan tangan amel dengan sangat lembut. amel yang tiba tiba di tarik pergelangan tangannya hanya terkejut dan mau tidak mau dia pun mengikuti reyhan menuju mobilnya hingga kini mobil itu perlahan melaju dengan kecepatan sedang. susana yang ada di dalam mobil itu hanya hening, tanpa adanya adanya percakapan. yang dimana amel melihat diluar jendela sedangkan reyhan hanya fokus menyetir meskipun terkadang melirik amel. "ehm" deheman reyhan "oya nanti siang ada acara gak ??" tanya reyhan . "gak ada sih rey kenapa???" tanya balik amel. "hehehe gak papa sih mel hanya nanya aja," sambil mengaruk kepala belakang yang tidak terasa gatal. " hihihi kok kamu aneh si rey" heran amel "oya nanti kamu jemput fay ya rey??" tanya amel. " kenapa kamu cemburu ya... " canda reyhan dengan mengembangkan senyumannya. " iiiihhhsss , apaan si kamu rey, aku gak cemburu kita kan gak ada hubungan apa apa.!!". " lagian ya meskipun aku punya doi masa iya harus cemburu sama adik sendiri" jawab santai amel. " memang kamu belum punya pacar mel" tanya reyhan yang heran sekaligus senang karna kalau belum ada gebetan dia akan berusaha pedekate. hehehehe " belum rey, gak minat pacaran. " jawab amel santai " kenapa gak minat mel??? kan enak pacaran , ada yang perhatian sama kamu." tanya reyhan lagi " dosa tau gak pacaran sebelum nikah rey" jawabnya tak terasa mobil yang di kendarai amel dan reyhan telah sampai di butik amel. " makasih ya rey udah mau anterin aku." ucap amel tersenyum. " iya sama sama mel. oya kapan kapan kamu mau gak jalan bareng berdua???" ajak reyhan " insyah allah kalau aku ada waktu longgar ya rey." jawab amel. " ok deh, aku tunggu mel" kata reyhan " ya udah aku turun dulu ya , makasih " ucap amel lalu turun dari mobil reyhan . dan reyhan pun mengangguk kepala lalu perlahan mobil reyhan berjalan dan melambaikan tangan. " assalammualaikum , cantik" teriak reyhan yang belum jauh. blushhh amel yang di bilang cantik pipinya langsung merona seperti toman matang, ini baru pertama kali ada orang yang berlawan jenis mengatakan langsung dirinya cantik. " walaikum salam "jawabnya juga agak tinggi suaranya lalu berbalik badan menuju parkiran mobil. " assalammualaikum pak , selamat pagi" sapa amel dengan ramah " walaikum salam bos , pagi juga " jawab satpam yang bernama anton " oya pak , nanti kalai bengkel didepan sudah buka tolong kasih tau saya ya, saya mau benerin ban mobil saya bocor." perintah amel kepada satpam. " baik bos , segera nanti saya akan kabar." jawab satpam itu dengan ramah. "ya udah ,makasih ya pak , kalau gitu saya masuk dulu keruangan saya ." pamit amel yang berlalu dihadapan satpamnya. " oke bos siap " hormat satpam . kini amel sudah ada diruangannya dan memulai aktivitas designnya . tap entah kenapa justru dia mengigat kata reyhan yang bilang dia cantik selain mama dan papanya. entah kenapa dia hari ini sangat bahagia sekali . " hufh kenapa aku kok mikirin rey sih. " sambil menepuk jidatnya berkali kali . " ayo mel fokus !!" kata batin amel yang memberi semangat pada dirinya sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN